Nikmat Lidah – sebuah renungan diri

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Apa kabarya sahabat ku..
Semoga hari ini dalam keadaan baik, sehat dan selalu dalam lindungan Allah.
Aamiin yra…

Siang ini, saya teringat dengan seseorang mahasiswa.
yang banyak ajarin saya, untuk tetap tersenyum dan sabar.

Singkat cerita, sebut saja si FA.
He…he…yang merasa BTL rindu, baik-baik di sana ya…!
Semoga selalu dalam kebaikan.

Mahasiswaku satu ini, orangnya santun dan ramah. Walau pendiam, bicarapun seperlunya, istilah nya jika tidak di panggil, ya diam wae…he…he…

Suatu hari, kita cerita via chat dan dia bilang.
Kita ini bersyukur ya bu, bisa bicara dengan lancar.
Kita harus banyak bersyukur karena itu semuanya.

Begitu besar Nikmat yang Allah berikan, terlebih kita bisa berbicara.
iya jawabku dalam chat.
Mahasiswa satu ini, sangat rajin dan yang bikin saya itu bangga.

Biacaranya santun, dan selalu amanah.
Kalau janji pasti dia tepati.
Nah, cerita selanjutnya dia bercerita banyak tentang kehidupannya.
Yang saya tuliskan dalam rangkuman di bawah ini.

disini

NIKMAT LIDAH
Sesungguhnya Allah Ta’ala telah menganugerahkan kepada manusia nikmat yang sangat banyak dan besar. Di antara nikmat Allah yang terbesar, setelah nikmat iman dan Islam, yaitu nikmat berbicara dengan lidah, nikmat kemampuan menjelaskan isi hati dan kehendak.
NAMUN KITA HARUS HATI-HATI.
TENTANG BAHAYANYA LISAN INI..
Ya Allah, berikan hamba kesempatan untuk  dapat berbicara dengan baik dalam rangka mengapai ridhoMu dan CintaMu.
Aamiin yra..

Bahaya lisan sangat banyak jenisnya. Bisa terasa manis di dalam hati, dan memiliki banyak penyebab yang berasal dari tabiat. Bahaya lisan besar dan tidak yang dapat menyelamatkan diri dari bahaya tersebut kecuali hanya dengan diam.

Itulah ibu, katanya FA.
Sebaiknya kita diam, jika ada sikap orang yang kurang kita sukai.
Tidak perlu berdebat kusir, itu tiada gunanya.

Mahasiswaku satu ini, pinter amat.
Hobby nya kasih nasehat saya, aih aih….
SIP…

Lanjutnya lagi, dia nuliskan sebagai berikut:
Berikut adalah bahaya-bahaya dalam perkataan:

Pertama, perkataan yang tidak ada faedahnya. Apabila kita membicarakan sesuatu yang tidak perlu, maka kita pun telah menyia-nyiakan waktu kita. Hendaklah waktu kita diisi dengan amalan-amalan yang baik. Sebab, barangsiapa yang mengabaikan dzikrullahdan sibuk dengan sesuatu yang tak bermakna, maka dia seperti orang yang mampu mengambil mutiara, tetapi mengambil yang lain sebagai penggantinya. Ini merupakan sesuatu kerugian bagi umur.

Kedua, ikut serta dalam kebathilan, yaitu berbicara dalam kemaksiatan, seperti ikut serta di tempat peminuman khamr dan tempat berkumpulnya orang-orang fasik. Jenis-jenis kebathilan itu banyak. Seperti disebutkan dalam hadits berikut:

“Sesungguhnya seorang hamba itu benar-benar mengucapkan suatu perkataan yang menjerumuskan ke dalam neraka, yang jaraknya lebih dari jarak antara timur dan barat.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Ketiga, yakni memperdalam satu perkataan, dengan cara banyak bicara dan memaksa diri untuk bersajak.

Keempat, yakni mereka yang suka bicara keji, mengumpat serta mencela. Semua ini tercela dan dilarang karena merupakan sumber keburukan dan kehinaan. Dalam hadits disebutkan:

“Jauhilah perkataan keji karena Allah tidak menyukai perkataan keji dan mengolok-olok dengan perkataan keji.” [HR. Ibnu Hibban, Ahmad dan Bukhari dalam Adabul Mufrad]

Dalam hadits lain Rasulullah  bersabda:

“Orang mukmin itu bukan orang yang suka mencemarkan kehormatan, bukan pula orang yang suka mengutuk, berkata keji dan mengumpat.” [HR. At-Tirmidzi, Ahmad, Bukhari dll.]

Kelima, senda gurau atau bercanda. Selama senda guraunya itu ringan dan mengandung kejujuran, maka yang demikian itu tidak dilarang. Sesungguhnya Rasulullah bersenda gurau dan tidak bekata kecuali suatu kebenaran. Dalam bersenda gurau Rasulullah tidak berbicara kecuali benar, sering dilakukan kepada anak-anak, wanita, dan lelaki yang membutuhkan bimbingan, serta dilakukan tidak terus menerus.

Keenam, mengejek dan mengolok-olok, menyebut aib dan kekurangan seseorang agar ditertawakan orang lain. Semua ini dilarang dalam syari’at, baik dalam al-Qur’an maupun as-Sunnah.

Ketujuh, membuka rahasia, ingkar janji serta berdusta dalam perkataan dan sumpah. Semua perbuatan ini dilarang, kecuali jika ada keringanan untuk berdusta, seperti kepada istri guna menyenangkannya dan untuk siasat perang. Yang demikian ini dibolehkan.

Kedelapan, ghibah atau menggunjing. telah disebutkan dalam al-Qur’an, bahwa ghibahdilarang. Pelakunya diibaratkan seperti pemakan bangkai. Dalam sebuah hadits:“Sesungguhnya darah, harta dan kehormatan kalian adalah haram atas diri kalian.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Kesembilan, mengadu domba. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Nabi صلي الله عليه وسلم bersabda: “Tidak masuk surga orang yang qattat atau mengadu domba.” [HR. Bukhari No. 6056 dan Muslim 1/71]

Kesepuluh, perkataan dengan dua lidah di hadapan dua orang yang sedang bertengkar, sehingga menyebabkan semakin sengit pertengkarannya. Dalam sebuah hadits: “Sesungguhnya orang yang paling jahat adalah orang yang memiliki dua wajah, yang datang kepada seseorang dengan satu wajah dan kepada yang lain dengan wajah yang lain pula.” [HR. Bukhari No. 3494-6058 dan Muslim 8/27]

Kesebelas, pujian, yakni kata-kata yang bisa menyebabkan takabur dan ujub Sabda Rasulullah صلي الله عليه وسلم  tatkala mendengar seseorang yang memuji orang lain, “Celaka engkau, karena engkau telah memenggal leher rekanmu.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Keduabelas, kesalahan di dalam menjelaskan sesuatu yang berhubungan dengan masalah keagamaan, termasuk yang berhubungan dengan Allah سبحانه وتعالى. Kita dianjurkan untuk berhati-hati dalam memilih kata untuk menjelaskan sesuatu.

Dan seperti biasa, habis chat dengan nya itu.
Saya merasakan seperti habis kuliah 1 SKS.
Walau masih belia, dia begitu dewasa.

Jadi ingat nasehat orang bijak, “TUA ITU PASTI, Dewasa itu pilihan”.
Dan ingat dalam sebuah kepanitiaan, ada kalimat bijak yang ingatkan.
Seribu teman itu kurang, satu musuh itu berlebihan.

He….he…
YUK, jaga lidah..jaga sikap dan jaga omongan.
Jangan bicara jika tidak ada manfaatnya.

Itu sihc, kesimpulannya…
Dan tulisan ini, saya rangkum di sini, saya share kepada semua sahabat.
Agar bisa bermanfaat.

Marilah kita belajar, khususnya belajar kendalikan diri.
Orang yang hebat itu, adalah orang yang bisa kendalikan amarahnya.

“Buat mahasiswaku FA, dimanapun berada…
Terima kasih ya, sudah begitu banyak ajarin saya.
semoga kita tetap menjadi sahabat ya….”. Jauh di mata tetap di hati.

manajemen stress

Kuingat selalu, apa katamu…
Hidup itu singkat, be positif ibu…..
Start Living, move on…be happy…

Waalaikumsalam warahmarullahi wabarakatuh
Lusi

“Mahasiswaku sahabatku, I Miss U…”;
Semoga artikel ini bermanfaat, khususnya nasehat diri sendiri.
Agar dapat lebih baik lagi, belajar berbicara yang bermanfaat saja, karena perkataan yang tidak ada faedahnya ITU SIA-SAIA…,buang waktu saja!. JIKA  kita membicarakan sesuatu yang tidak perlu, maka kita pun telah menyia-nyiakan waktu kita.

Catatan lain:
http://blog.stikom.edu/lusiani/2017/03/13/bahaya-lisan/

“Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya Kampusku, Bersamamu Aku Maju”
http://www.stikom.edu
http://blog.stikom.edu/lusiani

Referensi bacaan:

Penulis: Taman Baca Lusi

Saya seorang dosen dengan sertifikasi dosen bidang Sistem Informasi. Mengajar sebagai dosen tetap di Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya (Stikom Surabaya). "Mengajar adalah Hobby, dan Alhamdulillah jika semuanya dilakukan dengan hati pasti menyenangkan". Hobby yang lain salah satunya adalah "Menulis". Inilah alasan kenapa saya ingin create blog TAMAN BACA LUSI, semoga bermanfaat dan semoga yang baca tulisan di blog ini merasa bahagia. Bismillahirohmanirohkim... Lusi, SEMOGA BERMANFAAT, dan menjadi inspirasi. Be happy.... Lusi, 5 Maret 2017

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s