Featured

Taman Baca Lusi

Taman Baca Lusi, ini adalah blog catatan Titik Lusiani. Dosen Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya

Iklan

Surabaya, 5 Maret 2017
Assalammualaikum warohmatullohi wabarokatuh..
Selamat pagi, “SEMANGAT PAGI”.

Bismillahirohmanirohkim…
Sahabatku, yang manis…ijin share “Taman Baca Lusi”.
Semoga blog ini bermanfaat ya?.

Kenapa saya create blog ini, karena alasanya antara lain adalah:
1) Pingin share apapun terkait IT, kebetulan saya seorang dosen di Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya. Aktifitas sehari-hari di dunia pendidikan yang cukup lama, pingin banget share pengalaman terkait IT yang merupakan bidang saya pula.
2) Pingin share tulisan terkait catatan lusi (yach nama panggilan saya di keluarga dan sahabat), semoga segala catatan dan  tulisan saya bermanfaat ya.?
3) Menulis adalah sebuah rekreasi yang menyenangkan, berbagi virus positif. Semoga semua tulisan dan share dalam blog ini bermanfaat.

Itulah sahabatku, beberapa alasan kenapa saya buat blog ini. Terus kenapa saya Post Taman Baca Lusi, ya?. Karena taman itu adalah tempat menyenangkan, semoga blog ini menjadi sesuatu yang menyenangkan, dan menjadi inspirasi bagi sahabatku semuanya.
Baca dan baca, bikin pikiran bersemangat. TENTU semua itu kalau bacaan positif.

Selamat membaca tulisan di blog ini, semoga menjadi taman baca yang menyenangkan.
Dan…………….! TAK KENAL MAKA TAK SAYANG.
Siapa saya?.
1. Saya seorang dosen, dengan sertifikasi dosen adalah Sistem Informasi. Sebagai dosen dengan keahlian bidang IT, dengan catatan akademik  Lulusa S1 Manajemen Informatika – Stikom Surabaya, sedangkan S2 adalah lulusan S2 Teknik Informatika – ITS.
2. Alhamdulillah menjadi  dosen itu menyenangkan, dan saya memiliki Hobby juga mengisis pelatihan kegiatan pengabdian masyarakat. Baik itu pelatihan untuk instansi pemerintah ataupun guru. Dengan berbagai kegiatan seminar, sebagai narasumber. Membuat saya makin bersyukur, karena hidup itu harus berbagi kan?. Jika ada yang berminat mengundang saya, bolehlah kontak ke email saya (Lusiani@stikom.edu), dengan senang hati. Karena hidup akan terasa manis jika kita bisa berbagi.
3. Alhamdulillah diberikan kesempatan  sebagai penulis di blog ini, dengan harapan tulisan ini bermanfaat. Hobby? tentu banyak, salah satunya menulis. He…he….

Diskusi menarik seputar IT, boleh?
Saya tunggu ya, dengan senang hati jika bisa membantu. Blog dosen juga dapat dilihat di http://blog.stikom.edu/lusiani

Nama lengkap saya, Titik Lusiani. Nama panggilan di kampus, biasaya Bu Titik (dan kadang mahasiswa pun dengan mesra memanggil saya dengan BTL, ya Bu Titik Lusiani). Panggilan keluarga dan sahabat adalah Lusi, dan belakangan beberapa sahabat suka banget memanggi saya dengan sebutan manis , “bu dhe…”, upsss….yach….Bu dhe nya nailla dan arfan.

Itulah kenapa sahabatku, blog ini saya dedikasikan dengan nama “TAMAN BACA LUSI”; semoga bermanfaat buat sahabat lusi.

Apapun tulisan dan artikel di sini, tulus semata adalah sharing kepada sahabat dan semoga bermanfaat.

Wassalam, Lusi
– Be smile…
– Be happy

“HARI yang paling indah adalah hari dimana kita bisa melihat senyum orang tua, keluarga dan sesama. Dan yang membuat kita bahagia, senyum itu alasannya karena kita”;

Buat sahabat yang menemukan blog ini, tersenyumlah.
Mari kita damaikan hati kita, untuk tersenyum.
Agar kita makin sehat juga.

Be smile….
Titik Lusiani, M.Kom,OCP
Email : Lusiani@stikom.edu
http://Blog.stikom.edu/lusiani
http://www.stikom.edu

matahari

“Selama matahari masih ada, maka harapan itu selalu ada. Be Happy….!!”

Analisi Keputusan

Bismillahirrahmanirrahiiim.
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Selamat Pagi…!, semangat pagi.
Berikut adalah Note mata kuliah Analisa Keputusan, spesial untuk Passis 39 S1 ELektro – STTAL, dan bisa di baca untuk yang ingin belajar Analisa keputusan.

Buat Passis 39 S1 Elektro-STTAL, tetap kompak dan semangat ya….!
Doa saya selalu, buat kalian.
Terima kasih…
senyum

Delapan langkah dalam proses pengambilan keputusan 

  1. Menganalisis semua yang ada di dalam organisasi. Ini dilakukan agar anda sebagai pemimpin dapat mengambil keputusan yang tepat. Analisislah semua keputusan yang akan anda ambil, lihatlah risiko yang akan anda hadapi. Tidak ada yang salah dalam pengambilan keputusan, karena semua keputusan yang anda ambil merupakan bentuk kepedulian terhadap organisasi.
  2. Tenang dalam menghadapi masalah. Sebagai seorang pemimpin maka sikap tenang haruslah dibutuhkan agar dapat menyelesaikan semua masalah yang akan dihadapi dalam organisasi tersebut.
  3. Perumusan masalah dilakukan sebagai keputusan yang berupa masalah dalam berbagai bentuk. Untuk mempermudah anda sebagai pemimpin dalam mengambil keputusan maka sebagai pemimpin perlu melakukan beberapa cara dengan salah satunya dengan mengidentifikasi masalahnya terlebih dahulu dan mengkaji hubungan sebab akibatnya.
  4. Evaluasi alternatif merupakan pemilihan kriteria dalam pengambilan keputusan yang sangat tepat. Mengkriteriakan semua permasalahan akan menjadikan anda sebagai pemimpin mudah dalam mengevaluasi. Contoh : dalam pengambilan keputusan manajer harus bisa menggunakan mesin yang baru untuk operasi walaupun akan dikenakan biaya. Evaluasi sangat penting dilakukan agar risiko yang akan timbul dapat diambil alih.
  5. Pemilihan alternatif terbaik. Dalam melakukan alternatif sebagai pemimpin harus bisa membuat pilihan alternatif. Untuk membuat alternatif memang cukup sulit namun alternatif ini akan dilakukan jika solusi permasalahan yang akan dilakukan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Permasalahan keputusan sulit disajikan secara lengkap jika tidak ada kompromi antar berbagai faktor. Semua harus dipertimbangkan dengan baik dan teliti.
  6. Implementasi keputusan yang sangat penting bagi suatu organisasi. Implementasi memerlukan beberapa perubahan baik dari perilaku, sehingga dalam membuat keputusan berbagai karyawan yang melihat dari berbagai sudut pandang dapat menilai dengan baik.
  7. Evaluasi keputusan ini merupakan tahap penyelesaian dalam sebuah organisasi. Sebagai pemimpin anda harus dalam menilai setiap keputusan yang telah diambil agar pengurus selanjutnya dapat lebih baik lagi.
  8.  Menerima semua keputusan. Semua pegawai organisasi wajib untuk menerima hasil yang telah disepakati bersama. Tidak ada perdebatan dan permusuhan yang akan dilakukan antar karyawan.

TAHAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Pengambilan keputusan bukan merupakan suatu kajian sepele yang dapat diabaikan begitu saja. Oleh karena itu ketepatan dalam pengambilan keputusan menjadi suatu keharusan. Namun demikian untuk mencapai hal tersebut bukanlah hal yang mudah. Diperlukan kecermatan dan ketepatan dalam merumuskan masalah dalam proses pengambilan keputusan.

Pengertian Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan (desicion making) adalah melakukan penilaian dan menjatuhkan pilihan. Keputusan ini diambil setelah melalui beberapa perhitungan dan pertimbangan alternatif. Sebelum pilihan dijatuhkan, ada beberapa tahap yang mungkin akan dilalui oleh pembuat keputusan. Tahapan tersebut bisa saja meliputi identifikasi masalah utama, menyusn alternatif yang akan dipilih dan sampai pada pengambilan keputusan yang terbaik.

Secara umum, pengertian pengambilan keputusan telah dikemukakan oleh banyak ahli, diantaranya adalah :
1. G. R. Terry : Mengemukakan bahwa pengambilan keputusan adalah sebagai pemilihan yang didasarkan kriteria tertentu atas dua atau lebih alternatif yang mungkin.
2. Claude S. Goerge, Jr : Mengatakan proses pengambilan keputusan itu dikerjakan oleh kebanyakan manajer berupa suatu kesadaran, kegiatan pemikiran yang termasuk pertimbangan, penilaian dan pemilihan diantara sejumlah alternatif.
3. Horold dan Cyril O’Donnell : Mereka mengatakan bahwa pengambilan keputusan adalah pemilihan diantara alternatif mengenai suatu cara bertindak yaitu inti dari perencanaan, suatu rencana tidak dapat dikatakan tidak ada jika tidak ada keputusan, suatu sumber yang dapat dipercaya, petunjuk atau reputasi yang telah dibuat.
4. P. Siagian : Pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan sistematis terhadap suatu masalah, pengumpulan fakta dan data, penelitian yang matang atas alternatif dan tindakan.
Pengambilan keputusan sebagai kelanjutan dari cara pemecahan masalah memiliki fungsi sebagai pangkal atau permulaan dari semua aktivitas manusia yang sadar dan terarah secara individual dan secara kelompok baik secara institusional maupun secara organisasional. Di samping itu, fungsi pengambilan keputusan merupakan sesuatu yang bersifat futuristik, artinya bersangkut paut dengan hari depan, masa yang akan datang, dimana efek atau pengaruhnya berlangsung cukup lama.

Terkait dengan fungsi tersebut, maka tujuan pengambilan keputusan dapat dibedakan: (1) tujuan yang bersifat tunggal. Tujuan pengambilan keputusan yang bersifat tunggal terjadi apabila keputusan yang dihasilkan hanya menyangkut satu masalah, artinya bahwa sekali diputuskan, tidak ada kaitannya dengan masalah lain dan (2) tujuan yang bersifat ganda. Tujuan pengambilan keputusan yang bersifat ganda terjadi apabila keputusan yang dihasilkan menyangkut lebih dari satu masalah, artinya keputusan yang diambil itu sekaligus memecahkan dua (atau lebih) masalah yang bersifat kontradiktif atau yang bersifat tidak kontradiktif

Dengan demikian kita dapat menyimpulkan delapan step rational decision
making proses guna mengambil keputusan:
1. Mengenal Permasalahan
2.Definisikan Tujuan
3. Kumpulkan Data yang Relevan
4. Identifikasi alternative yang memungkinkan (feasible)
5. Seleksi kriteria untuk pertimbangan alternatif terbaik
6. Modelkan hubungan antara kriteria, data dan alternatif
7. Prediksi hasil dari semua alternatif
8. Pilih alternatif terbaik

Sebelum mengambil keputusan ada baiknya kita mempelajari prinsip dalam pengambilan keputusan diantaranya:

  1. Gunakan suatu ukuran yang umum (misal, nilai waktu uang, nyatakan segala sesuatu dalam bentuk moneter ($ atau Rp)
  2.  Perhitungkan hanya perbedaannya:
    – Sederhanakan alternatif yang dievaluasi dengan mengesampingkan biaya-biaya umum
    – Sunk cost (biaya yang telah lewat) dapat diabaikan
  3.  Evaluasi keputusan yang dapat dipisah secara terpisah (misal keputusan finansial dan investasi)
    • Ambil sudut pandang sistem (sektor swasta atau sektor publik)
    • Gunakan perencanaan ke depan yang umum (bandingkan alternatif dengan bingkai waktu yang sama)

    Kepada Passis 39 S1 TE STTAL, semoga UTS nya lancar.
    Dan mohon mengumpulkan tugas dengan cara komentar di blog ini dengan cara sebagai berikut:
    1. Nrp :
    2. Nama:
    3. Judul Tugas:
    4. Alternatif adalah :
    5. Kriteria adalah :

    Tuliskan diterakhir adalah MOTTO yang menjadi semangat kalian.
    Sehat semangat ya…
    Semoga tulisan ini bermanfaat buat semuanya juga.
    Wassalammualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
    Lusi


http://www.stikom.edu
http://blog.stikom.edu/lusiani

Amandel Sembuh Berkat – Propolis Moment

Bismillahirrahmanirrahiiim.
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”.

Pagi ini, ada chat.
Ibu, kalau amandel konsumsi apa ya?
Jawab:
Seijin Allah, coba konsumsi propolis Moment.
Banyak yang berjodoh dengan moment.

Propolis moment sangat bermanfaat dan cocok buat P3K Keluarga.
Coba baca testimoni di bawah ini:
Alhamdulillah, propolis moment memang SIP
Si Kecil yang terbaik untuk membantu menyembuhkan berbagai penyakit, khusunya amandel, dan batu ginjal serta yang lainnya.

Alhamdulillah, sehat itu kebutuhan kita.
Sehat dan dibayar mahal itu ya?
Moment pilihanku….(Bisnis sampinganku, manis bonusnya setiap hari)
Asyiknya, dan senang banget bisa membantu banyak org untuk sembuh.
Alhamdulillah….

Konsul Kesehatan?
Chat Me

Titik Lusiani, HP     : 081331139926
Leader  Moment – Jual Produk Moment Asli dan Halal

 

Resmi sudah menjadi Leader Moment.
Artinya leader itu siap melayani, bagi anda yang siap di layani dan dibimbing untuk bisnis nutrisi sehat ini.
Monggo chat me.

Bonus harian menanti, bisnis syariah dan halal.
Bonuspun berkah kan?
Bantuin org sehat pula.
Manisnya bisnis sampinganku ini.

iso-momentsertifikat-moment.jpeg

Seperti anak kecil

Bismillahirrahmanirrahiiim.
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Selamat Pagi…!, semangat pagi.

Tampil apa adanya karena ketulusan dan keterbukaan, menjadikan kita menjadi anak kecil.

Seperti anak kecil, why not?
Smile.
Pada anak kecil, kita belajar berani bermimpi dan percaya diri.
Anak kecil memiliki banyak impian dan dunia imajinasi yang tak terbatas. Orang dewasa seringkali tersekat dengan logika dan realita. Namun ada baiknya Anda menjadi anak kecil yang percaya pada mimpi kita.

Agar mimpi kita yang mulia itu cukup berharga untuk dipertahankan, imbangi dengan usaha yang real. Percaya pada impian seperti anak kecil, berbeda dengan hidup dengan cara yang kekanak-kanakan.

Kadang orang dewasa tak lebih ‘dewasa’ dari seorang anak kecil. Kadang kita tak lebih jujur dan fair seperti anak-anak yang kita anggap belum tahu apa-apa. Menolehlah sejenak pada kita yang masih kecil di masa lalu.

Iya, betul…aku hanyalah seorang anak kecil di depanmu.
Karena kejujuran dan apa adanya.
Terima kasih, komentarnya menjadi inpirasi saya…..(aku memang ingin menjadi anak kecil di depan setiap orang, dalam hal keterbukaan dan apa adanya serta kejujuran. Bebas dan merdeka).

Wassalammualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
Lusi

http://www.stikom.edu
http://blog.stikom.edu/lusiani

 

Catatan Proyek Akhir – Part 4

 

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sistem Informasi  –  Catatan PA  17(2) Part 4

 Sistem informasi yaitu suatu sistem yang menyediakan informasi  untuk manajemen dalam mengambil keputusan dan untuk menjalankan operasional perusahaan. Di mana sistem tersebut merupakan kombinasi dari orang-orang, teknologi informasi dan prosedur-prosedur yang tergorganisasi.

Pada umumnya, perusahan atau badan usaha menyediakan informasi yang bermanfaat untuk manajemen. Sebagai contoh: Perusahaan toko buku mempunyai sistem informasi yang menyediakan informasi penjualan buku setiap harinya, serta stock buku yang tersedia. Dengan informasi tersebut, seorang manajer dapat membuat kebutusan, stock buku apa yang harus segera mereka sediakan untuk toko buku tersebut. Manajer dapat mengetahui buku apa yang paling laris dibeli konsumen, sehingga dapat  memutuskan buku tersebut jumlah stocknya lebih banyak dari buku lainnya.

1.Pengertian sistem informasi menurut John F. Nash
Sistem Informasi adalah kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang bermaksud menata jaringan komunikasi yang penting, proses atas transaksi-transaksi tertentu dan rutin, membantu manajemen dan pemakai intern dan ekstern dan menyediakan dasar pengambilan keputusan yang tepat

2.Pengertian sistem informasi menurut Henry Lucas
Sistem Informasi adalah suatu kegiatan dari prosedur – prosedur yang diorganisasikan, bilamana dieksekusi dapat  menyediakan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan pengendalian di dalam.

Komponen sistem informasi
1. Komponen  input merupakan data yang masuk ke dalam sistem informasi.
2. Komponen model kombinasi prosedur,logika,dan model matematika yang memproses data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah di tentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
3. Komponen output  informasi yang  berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.
4. Komponen teknologi  merupakan alat dalam sistem informasi, teknologi digunakan untuk menerima innput, menjalankan model, minyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan output dan melakukan pengendalian sistem.
5. Komponen basis data merupakan kumpulan data yang saling berhubungan yang tersimpan didalam komputer dengan menggunakan softwre database.
6. Komponen kontrol pengendalian yang dirancang untuk menanggulangi gangguan terhadap sistem informasi.

Contoh Gambaran Umum sistem untuk sistem informasi akan diuraikan oleh mahasiswa Proyek akhir semester ini, dengan komen sebagai berikut:

Judul: :
Nim:
Nama: :
Alamat Blog Part 4 :

Semoga tulisan di atas bermanfaat, dan harapan saya setiap mahasiswa DIII Manajemen Informatika,  Stikom Surabaya khususnya, menjadi pribadi  dengan karakter  “Mahasiswa yang  Profesional, Tanggung-Jawab dan Optimis”.

 GO WISUDA OKTOBER 2018
Terima kasih, sudah pada rajin konsultasi dan kerjakan semua tugas dengan baik.
Manisssssssssssssssss…..!

Semoga istiqomah ya dik…!

Waalaikumsalam warahmarullahi wabarakatuh
Lusi

“Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya Kampusku, Bersamamu Aku Maju”
http://www.stikom.edu
http://blog.stikom.edu/lusiani

Aturan Blog Part 4 ,  yang perlu diperhatikan sebagai berikut : Catatan Blog PA 17(1) – PART 4

 

 

Catatan Proyek Akhir – Part 3

 

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Desain Sistem  –  Catatan PA  17(2) Part 3

Desain sistem dapat didefinisikan sebagai: “Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem: pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional dan persiapan untuk rancang bangun implementasi; menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk.”

Tujuan desain sistem
Tahap desain sistem mempunyai dua maksud atau tujuan utama, yaitu:

  1. Memenuhi kebutuhan para pemakai sistem
  2. Memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrogram komputer dan ahli-ahli teknik lainnya yang terlibat. Tujuannya lebih condong pada desain sistem yang terinci, yaitu pembuatan rancang bangun yang jelas dan lengkap untuk nantinya digunakan untuk pembuatan program komputernya.

Pengertian Desain Sistem Menurut Para Ahli adalah
Menurut John Burch dan Garry Grudnitski dalam buku Analisa dan Desain, Sistem Informasi Pendekatan Terstruktur adalah : “Desain sistem dapat didefinisikan sebagai penggambaran dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi.”
Menurut Yavri D. Mahyuzir dalam bukunya Pengolahan Data menyebutkan beberapa langkah yang perlu dilakukan pada proses desain sistem adalah :

  1. Menganalisa masalah dari pemakai (user), sasarannya adalah mendapatkan pengertian yang mendalam tentang kebutuhan-kebutuhan pemakai.
  2. Studi kelayakan, membandingkan alternatif-alternatif pemecahan masalah untuk menentukan jalan keluar yang paling tepat.
  3. Rancang sistem, membuat usulan pemecahan masalah secara logika.
  4. Detail desain, melakukan desain sistem pemecahan masalah secara terperinci.
  5. Penerapannya yaitu memindahkan logika program yang telah dibuat dalam bahasa yang dipilih, menguji program, menguji data dan outputnya.
  6. Pemeliharaan dan evaluasi terhadap sistem yang telah diterapkan.

Langkah-langkah dalam Desain Sistem

  1. Tahap Perencanaan
  2. Mendefinisikan Masalah ,Sistem yang berjalan dan Sistem yang diusulkan
  3. Menentukan tujuan sistem
  4. Mengidentifikasikan kendala sistem
  5. Membuat studi kelayakan (TELOS)
  6. Keputusan ditolak/diterima

Tahap Analisis

  1. Membuat struktur organisasi
  2. Mendefinisikan kebutuhan informasi
  3. Mendefinisikan kriteria kinerja system

Tahap Design

  1. Menyiapkan rancangan
  2. Membuat Context Diagram
  3. Membuat DFD
  4. Membuat IOFC
  5. Membuat ERD
  6. Merancang Kamus Data
  7. Membuat FlowChart
  8. Merancang File (master, input, proses, temporary)
  9. Merancang Dialog Input
  10. Merancang Dialog Output
  11. Menyiapkan konfigurasi system

Tahap Penerapan

  1. Menyiapkan hardware dan software.
  2. Implementasi Pemrograman
  3. Testing
  4. Cutover

Tahap Penggunaan

  1. Audit Sistem
  2. Memelihara Sistem

Sumber
http://www.zainalhakim.web.id

 

Tahap Desain sistem untuk sistem informasi, dapat digambarkan dengan beberapa model.  Model yang digunakan untuk mahasiswa Proyek akhir adalah System Flow, DFD dan ERD.  Contoh desain  di kelas PA semester ini dapat di lihat pada komen yang ada di bawah ini.  Mahasiswa akan memberikan komen dengan uraian sebagai berikut:

 

Judul: :
Nim:
Nama: :
Alamat Blog Part 3 :

Semoga tulisan di atas bermanfaat, dan harapan saya setiap mahasiswa DIII Manajemen Informatika,  Stikom Surabaya khususnya, menjadi pribadi  dengan karakter  “Mahasiswa yang  Profesional, Tanggung-Jawab dan Optimis”.

 Terima kasih buat mahasiswa PA semester ini,kesebelah mahasiswa yang join di kelas ini. Harapan saya satu ya….!

GO WISUDA OKTOBER 2018

Terima kasih, sudah pada rajin konsultasi dan kerjakan semua tugas dengan baik.
Manisssssssssssssssss…..!


Lusi 3 okt.jpg

Semoga istiqomah ya dik…!

Waalaikumsalam warahmarullahi wabarakatuh
Lusi

“Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya Kampusku, Bersamamu Aku Maju”
http://www.stikom.edu
http://blog.stikom.edu/lusiani

 

Aturan Blog Part 3 ,  yang perlu diperhatikan sebagai berikut : Catatan Blog PA 17(2) – PART 3

 

Catatan Proyek Akhir – Part 2

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
IDENTIFIKASI MASALAH  –  Catatan PA  17(2) Part 2

Konsep identifikasi masalah (problem identification) adalah proses dan hasil pengenalan masalah atau inventarisasi masalah. Dengan kata lain, identifikasi masalah adalah salah satu proses penelitan yang boleh dikatakan paling penting di antara proses lain. Masalah penelitian (research problem) akan menentukan kualitas suatu penelitian, bahkan itu juga menentukan apakah sebuah kegiatan dapat  disebut penelitian atau tidak. Masalah penelitian secara umum  dapat ditemukan melalui studi literatur (literature review) atau lewat pengamatan lapangan (observasi, survey), dan sebagainya.

Beberapa hal yang dijadikan sebagai sumber masalah adalah:

  1. Bacaan. Sumber bacaan bisa dari jurnal-jurnal penelitian yang berasal dari laporan hasil-hasil penelitian yang dapat dijadikan sumber masalah, karena laporan penelitian yang baik tentu saja mencantumkan rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut yang berkaitan dengan tema penelitian bersangkutan.
  2.  Pertemuan Ilmiah. Masalah penelitian dapat diperoleh melalui pertemuan-pertemuan ilmiah, seperti seminar, konferensi nasional dan internasional diskusi. Lokakarya, simposium dan sebagainya. Dengan pertemuan ilmiah seperti itu akan muncul berbagai permasalahan yang memerlukan jawaban melalui penelitian.
  3. Pernyataan Pemegang Kekuasaan (Otoritas). Orang yang mempunyai kekuasaan atau otoritas cenderung menjadi figure publik yang dianut oleh orang-orang yang ada dibawahnya. Sesuatu yang diungkapkan oleh pemegang otoritas tersebut dapat dijadikan sumber masalah. Pemegang otoritas di sini dapat mencakup aspek formal dan non formal.
  4. Observasi (pengamatan). Pengamatan yang dilakukan seseorang peneliti tentang sesuatu yang direncanakan ataupun yang tidak direncanakan, baik secara sepintas ataupun dalam jangka waktu yang cukup lama, terstruktur atau tidak terstruktur, itu dapat melahirkan suatu masalah. Contoh: Seorang pendidik menemukan masalah dengan melihat (mengamati) sikap dan perilaku peserta didiknya dalam proses belajar mengajar.
  5. Wawancara dan Angket. Melalui wawancara kepada masyarakat mengenai sesuatu kondisi aktual di lapangan dapat menemukan masalah apa yang sekarang dihadapi masyarakat tertentu. Demikian juga dengan menyebarkan angket kepada masyarakat akan dapat menemukan apa sebenarnya masalah yang dirasakan masyarakat tersebut. Kegiatan ini dilakukan biasanya sebagai studi awal untuk mengadakan penjajakan tentang permasalahan yang ada di lapangan dan juga untuk menyakinkan adanya permasalahan-permasalahan di masyarakat.
  6. Pengalaman. Pengalaman dapat dikatakan sebagai guru yang paling baik. Tetapi tidak semua pengalaman yang dimiliki seseorang (peneliti) itu selalu positif, tetapi kadang-kadang sebaliknya. Pengalaman seseorang baik yang diperolehya sendiri maupun dari orang (kelompok) lain, dapat dijadikan sumber masalah yang dapat dijawab melalui penelitian.
  7. Intuisi. Secara intuitif manusia dapat melahirkan suatu masalah. Masalah penelitian tersebut muncul dalam pikiran manusia pada saat-saat yang tidak terencanakan.

Ketujuh faktor di atas dapat saling mempengaruhi dalam melahirkan suatu pokok permasalahan penelitian, dan itu dapat juga berdiri sendiri dalam mencetuskan suatu masalah. Jadi, untuk mengindentifikasi masalah dapat dilakukan melalui sumber-sumber bacaan yang memungkinkan lahir masalah-masalah penelitian seperti di atas.

Proyek Akhir (PA) adalah mata kuliah tugas akhir mahasiswa DIII Manajemen Informatika, yang mana setiap mahasiswa membuat PA secara individu. PA yang dibuat mahasiswa dilakukan identifikasi masalah melalui Studi Observasi rata-rata sebulan ke obyek penelitian (Perusahaan). Selain observasi, mahasiswa juga melakukan teknik wawancara seminggu dua kali.
Wawancara yang dilakukan oleh mahasiswa antara lain kepada  Staf bagian devisi yang terkait, Wakil Direktur, Pimpinan perusahaan.

Proses penentuan identifikasi masalah, dapat digambarkan dengan model dokumen flow. Dimana gambar menjelaskan proses sistem yang berjalan saat ini.  Contoh dokumen flow yang dihasilkan di kelas PA semester ini dapat di lihat pada komen yang ada di bawah ini.  Mahasiswa akan memberikan komen dengan uraian sebagai berikut:

Judul: :
Nim:
Nama: :
Alamat Blog Part 2 :

Semoga tulisan di atas bermanfaat, dan harapan saya setiap mahasiswa DIII Manajemen Informatika,  Stikom Surabaya khususnya, menjadi pribadi  dengan karakter  “Mahasiswa yang  Profesional, Tanggung-Jawab dan Optimis”.

“Terima Kasih”
Waalaikumsalam warahmarullahi wabarakatuh
Lusi

Hari Baru 11 des

“Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya Kampusku, Bersamamu Aku Maju”
http://www.stikom.edu
http://blog.stikom.edu/lusiani

Aturan Blog Part 2 ,  yang perlu diperhatikan sebagai berikut : Catatan Blog PA 17(2) – PART 2

 

 

 

Catatan Proyek Akhir – Part 1

 

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Selamat Pagi,
Salam Ceria dan Penuh semangat.

Berikut  Post untuk pengumpulan rangkuman proyek Akhir semester 17(2) part 1 (Proposal). Dengan aturan seperti yang dijelaskan dan komen sebagai berikut:
Nim :
Nama :
Alamat Blog :
Harapan Kuliah Proyek AKhir semester ini selesai 1 semester dan berharap dapat yudisium periode September 2018 sehingga bisa wisuda Oktober  2018.
Ok, tetap semangat dan semoga tercapai apa yang diimpikan.

TETAP OPTIMIS …
Be smile ya dik…

“SAYA BISA KITA BISA KITA SEMUANYA PASTI BISA”.

senyum
Kuliah Ontime itu biasa….
Kuliah lebih cepat itu, OK…..!
Be smile….

Hidup itu boleh sederhana, TETAPI semangat harus luar biasa.
YES…………..!

Waalaikumsalam warahmarullahi wabarakatuh

Lusi,
Taman Baca Lusi
Aturan Blog tugas yang perlu diperhatikan sebagai berikut : Catatan Blog PA 17(2) – PART 1